PENYAKIT GIZI ANAK





Kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan syarat mutlak menuju pembangunan di sgala bidang .Status gizi merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada kualitas SDM terutama yang terkait dengan kecerdasan,produktivitas,dan kreativitas.
  Sementara itu,Indonesia masih menghadapi empat masalah gizi utama sampai akhir masa pembangunan jangka panjang tahap 1 ( 1969/1970-1994/95).



  1. kurang kalori protein dan obesitas/kegemukan ( masalah gizi ganda )
  2. kurang vitamin A ( KVA )
  3. gangguan akibat gangguan iodium ( GAKI)
  4. anemia zat besi
KURANG ENERGI PROTEIN 
Kurang energi protein (KEP) adalah kurang gizi yang disebabkan rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi angka kebutuhan gizi (AKG).

Klasifikasi
Berbagai istilah klasifikasi dan diagnostik telah digunakan serta berubah-ubah dari masa ke masa seperti yang terilihat pada lihat tabel 55.1
 Klasifikasi KEP menurut Gomez 1956 dapat dilihat pada tabel 55.2
 Klasifikasi KEP menurut Waterlow 1973 dapat dilihat pada tabel 55.3
 Klasifikasi KEP menurut The Wellcome Trust Party 1970 dapat dilihat pada tabel 55.4
 Scorning System McLaren 1967 dapat dilihat pada tabel 55.5


Tabel 55.1 Istilah dan Klasifikasi KEP
tahun
Jenis KEP
Istilah dan Klasifikasi
Dasar Diagnosis
< th 50-an
berat
Kwashiorkor,
Marasmus,atrofi
Cachexia,dsb.
-klinik
-lab (albumin )
Th  50-an
Ringan-berat
Malnutrition
           (overmalnutrition)
          (undermalnutrition)
ringan/sedang
berat (K-M-MK)
Antropometrik
= Gomez 1956
Th 60-an
Ringan–berat
Protein Calori
Malnutrition (PCM):
           Ringan / sedang
           Berat (K-M-MK)
Klinik/lab/antropometrik
=scoring system
  Mclaren 1967
Th 70-an
Ringan-berat
Protein Energy
Malnutrition (PCM):
           Ringan / sedang
           Berat (K-M-MK)
Klinik/lab/antropometrik
=welcome trust party 1970
=nomogram mclare 1975
 Dikutip dari ilmu gizi klinis ( Pudjiani S )

Tabel 55.2 Klasifikasi menurut Gomez 1956
Derajat Malnutrition
BB % terhadap st.BB/U
Derajat I
90-75
Derajat II
75-60
Derajat III
<60
 Dikutip dari ilmu gizi klinis ( Pudjiani S )

Tabel 55.3 Klasifikasi KEP menurut Waterlow 1973
Derajat Malnutrition
BB % terhadap st.BB/TB
Derajat I
80-90
Derajat II
70-80
Derajat III
<70
Dikutip dari ilmu gizi klinis ( Pudjiani S )


Tabel 55.4 Klasifikasi KEP menurut The Trust Party 1970
Derajat Malnutrition
BB % terhadap st.BB/U

80-60                       <60
Edema (-)
Undernutrition      marasmus
Edema (+)
Kwashiorkor          marasmus-kwashiorkor
Dikutip dari ilmu gizi klinis ( Pudjiani S )

Tabel 55.5 Scoring system menurut McLaren 1967
Gejala Klinik
Skor
edema
3
dermatosis
2
Edema +drmatosis
6
Hair chance
1
hepatomegali
1
Serum albumin/total protein

<100/<3,25
7
1,00-1,49/3,25-3,99
6
1,5-1,99/4,00-4,74
5
4,75-2,49/4,75-5,49
4
2,50-2,99/5,50-6,24
3
3,00-3,49/6,25-6,99
2
3,50-3,99/7,00-7,74
1
>4,00/>7,75
0
penilain : 
Skor 0-3    : marasmus
Skor 4-8    : marasmus-kwashiorkor
Skor 9-15  : kwashiorkor


Dikutip dari ilmu gizi klinis ( Pudjiani S )








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyakit Menular Seksual

MEKANISME DEMAM