Muntah
Muntah
Muntah adalah pengeluaran isi lambung secara eksplusif melalui mulut dengan bantuan kontraksi otot-otot perut. Perlu dibedakan regurgitasi,ruminasi,ataupun refluks esofagus. Regurgitasi adalah makanan yang dikeluarkan kembali ke mulut akibat gerakan antiperistaltik esofagus.Ruminasi yaitu pengeluaran makanan secara sadar untuk dikunyah kemudian di telan kembali.Sedangkan refluks esofagus merupakan kembalinya isi lambung ke dalam esofagus dengan cara pasif yang dapat disebabkan oleh hipotoni sfingter esofagus bagian bawah,posisi abnormal sambungan esofagus dengan kardia,atau pengosongan isi lambung yang lambat.
Etiologi
Dalam usaha mencari etiologi,muntah pada anak harus dibedakan berdasarkan umur dan letak kelainan ( saluran cerna,luar saluran cerna,atau bukan organik).bila diduga berasal dari saluran cerna harus dibedakan pula apakah bersifat obstruksi atau non obstruksi. hal ini sangat membantu dalam menegakkan diagnosis dan merencanakan tatalaksana lebih lanjut.Etiologi berdasarkan umur yaitu neonatus,bayi, dan anak dapat di lihat pada tabel 51.5
keterangan : * : penyebab yang paling sering ditemukan
Muntah adalah pengeluaran isi lambung secara eksplusif melalui mulut dengan bantuan kontraksi otot-otot perut. Perlu dibedakan regurgitasi,ruminasi,ataupun refluks esofagus. Regurgitasi adalah makanan yang dikeluarkan kembali ke mulut akibat gerakan antiperistaltik esofagus.Ruminasi yaitu pengeluaran makanan secara sadar untuk dikunyah kemudian di telan kembali.Sedangkan refluks esofagus merupakan kembalinya isi lambung ke dalam esofagus dengan cara pasif yang dapat disebabkan oleh hipotoni sfingter esofagus bagian bawah,posisi abnormal sambungan esofagus dengan kardia,atau pengosongan isi lambung yang lambat.
Etiologi
Dalam usaha mencari etiologi,muntah pada anak harus dibedakan berdasarkan umur dan letak kelainan ( saluran cerna,luar saluran cerna,atau bukan organik).bila diduga berasal dari saluran cerna harus dibedakan pula apakah bersifat obstruksi atau non obstruksi. hal ini sangat membantu dalam menegakkan diagnosis dan merencanakan tatalaksana lebih lanjut.Etiologi berdasarkan umur yaitu neonatus,bayi, dan anak dapat di lihat pada tabel 51.5
Tabel 51.5 Etiologi
muntah
Obstruksi
Saluran cerna
|
Non obstruksi
Saluran cerna
|
Luar
Saluran cerna
|
Susunan
Saraf pusat
|
Non organik
|
Neonatus
Stenosis pilrus*
Polip
Lactobezoar
Ileus mekonium
Penyakit hirschsprung
Malrotasi usus
Div . meckeli
Duplikasi usus hemia diafragma
|
Enterokolitis
Nekrotikans*
Kalasia
Perforasi
lambung
|
Sepsis*
Insuff. Ginjal
Obstruksi uretra
Hiperplasi adrenal
|
Eema serebri
Efusi subdural
hidrosefalus
|
Darah ibu tertelan
Iritasi lambung karena
Cairan amnion
Tehnik pemberian makanan yang salah*
Obat
Kelainan metabolik
|
Bayi
Antral web
Stenosis pilorus*
Intususepsi*
Hiatus hemia
Duplikasi usus
Kalasia kardia*
volvulus
|
Refluks
Gastroesofagus
Intoleransi
Protein susu*
Gastroenteritis*
Enterokolitis
Nekrotikans
Peritonitis
apendisitis
|
Infeksi saluran nafas
Dan kemih*
Otitis media
Hepatitis
Uremia,asidosis
Kelainan metabolik
Insuff.adrenal
|
Meningitis*
TIK
Sindrom
diensefali
|
Posseting
Pemberian makanan yang salah
Aerofagi
Mabuk perjalanan
Migren
obat
|
Anak
Intususepsi*
Obstruksi usus
Akalasia
Striktur karena ingesti bahan kaustik
|
Apendisitis*
Gastroenteritis*
Ulkus peptikum
|
Infeksi saluran nafas*
Otitis media
Infeksi saluran kemih*
Torsio testis
Sindrom reye
Uremia
Kelainan metabolik
Purpura henoch schonlein
|
Tek.intrakranial karena
proses desak ruang
Hidrosefalus
Epilepsi perut
|
Anoreksia nervosa
Menarik perhatian
Post nasal drip
Mabuk perjalanan
obat
|
Patofisiologi
Muntah merupakan respons refleks simpatis terhadap berbagai rangsangan yang melibatkan aktivitas otot perut dan pernafasan. Pada saat muntah terjadi respons yang berlawanan.
proses muntah dibagi menjadi 3 fase berbeda,yaitu : nausea,retching,dan emesis ( ekspulsif).
1.Nausea merupakan fase dimana sensasi psikis yang dapat ditimbulkan akibat rangsangan pada organ dalam,labitin,atau emosi dan tidak selalu diikutioleh retching atau muntah.
2.Retching merupakan fase dimana terjadi gerak nafas spasmodik dengan glotis tertutup,bersama dengan adanya usaha inspirasi dari otot dada dan diafragma sehingga menimbulkan tekanan intratoraks yang negatif.
3.emesis(ekspulsi) terjadi bila face retching mencapai puncaknya yang di tandai dengan kontraksi kuat otot perut,diikuti dengan bertambah turunnya diafragma,disertai dengan penekanan mekanisme antirefluks .Pada fase ini ,pilrus dan antrum berkontraksi ,fundus dan esofagus relaksasi,dan mulut terbuka.
Menifestasi Klinis
Perlu dibedakan antara muntah medis dengan muntah yang memerlukan pertolongan bedah segera. Tanda akut abdomen seperti nyeri perut yang mendahului muntah dan/atau berlangsung selama lebih dari 3 jam,muntah bercampur empedu,dan distensi abdomen merupakan petunjuk perlunya pertolongan bedah segera. Muntah dapat merupakan menifestasi awal dari berbagai penyakit.Oleh karena itu pendekatan untuk identifikasi masalah sangat penting,yang meliputi :
1.Usia dan jenis kelamin
2.Tentukan terlebih dahulu apa yang dihadapi : muntah/yang lain
3.Bagaimana keadaan gizi anak
4.Adakah faktor predisposisi
5.Apakah ada penyakit yang menyerang anak secara interkuren
6.Bagaimana bentuk (isi) muntahan,apakah seperti susu/makanan asal (tanda isi dari esofagus),atau telah merupakan susu yang telah menggumpal (isi lambung) atau mengandung empedu (isi duodenum),atau adakah darah.
7.Apakah saat muntah berhubungan dengan saat makan/minum
8.Apakah perubahan posisi tubuh mempengaruhi muntah
9.Informasidiet:kualitas,kuantitas,dan frekuensi makan(terutama untuk anak kecil)
10.Bagaimana teknik pemberian minum
11.Bagaimana kondisi psikososial dirumah
Pemeriksaan fisik dilakukan sebagaimana lazimnya.
Pemeriksaan penunjang
Sesuai keperluan,seperti analisis urin dan darah,foto polos abdomenmaupun dengan kontras,USG,pielografiintra vena atau sistogram,endoskopi dengan biopsi,atau monitoring pH esofagus .Pemeriksan psikiatri bila dijumpai kelainan tingkah laku .
Komplikasi
Kehilangan cairan dan elektrolit,aspirasi isi lambung malnutrisi dan gagal tumbuh,sindrom Mallory-Weiss(robekan pada epitel gastroesophageal junction akibat muntah yang berulang),sindrom Boerhave (ruptur esofagus),dan esofagitis peptikum.
Penatalaksanaan
1.Mencari dan mengatasi penyebab
2.Terapi suportif,seperti menghentikan makanan per oral dibantu dengan pemberian makanan/cairan sesuai kebutuhan baik secara oral seperti pemberian teh manis ,oralit untuk sementara waktu ataupun emberian secara parenteral.
3.Anti muntah: antihistamin ( prometazin 0,5 mg/kgbb/hari ),antikolinergik,fenotiazin ( proklorperazin 0,25 mg/kg/hari),metoklopramid 0,5 mg/kg/hari,dan cisapride0 ,2 mg/kg/hari.
REFERENSI :
mansjoer,arief.dkk.2000."Kapita selekta kedokteran jilid II".Jakarta:Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Komentar
Posting Komentar