Lebih dekat dengan fisiologi olahraga

OLAH RAGA




Doping Darah:Lebih banyak hal baik berarti lebih baik?

Otot-otot yang berolahraga memerlukan penyaluran O2 yang terus menerus agar dapat terus menghasilkan energi untuk melakukan aktivitas terkait daya tahan.Doping Darah adalah suatu teknik yang dirancang untuk meningkatkan secara temporer kemampuan darah mengangkut O2 dalam upaya memperoleh keunggulan kompetitif.Doping darah mencakup pengeluaran darah dari seorang atlet yang segera diikuti oleh penginfusan kembali plasma tetapi SDMnya dibekukan untuk dimasukkan kembali satu sampai tujuh hari sebelum bertanding. Dalam riode antara pengambilan-pengambilan darah,aktivitas eritropoietik meningkat yang memulihkan julah SDM ke kadar normal.

penginfusan kembali SDM yang disimpan secara temporer meningkatkan hitung sel darah merah dan kadar hemoglobin di atas normal.Secara teoritis,doping darah akan bermanfaat bagi atlet daya tahan dengan memperbaiki kemampuan darah mengangkut O2.Namun jika sel darah merah yang diinfuskan kembali tersebut terlalau banyak maka prestasi malah dapat merosot karena terjadi peningkatan kekentalan darah yang akan menurunkan aliran darah.
Riset menunjukan bahwa pada uji latihan baku di laboratorium,atlet yang menggunakan doping darah mungkn mungkin menemukan peningkatan 5% sampai 13% kapasitas aerobik;penurunan kecepatan denyut jantung sewaktu olahraga  dibandingkan dengan kecepatan sewaktu olah raga yang sama tanpa doping darah;dan penurunan kadar asam laktat dalam darah (Asam laktat diproduksi ketika otot mengandalkan glikolisis anaerob yang kurang efisien untuk menghasilkan energi).
Doping darah,meskipun efektif,tetapi dilarang baik di kolegium atletik maupun kompetisi olimpiade atas alasan etis dan medis.Yang perlu diperhatikan,seperti pada pemakaian semua roduk pemacu prestasi yang dilarang lainnya,adalah hilangnya kompetisi yang jujur.Selain itu,praktek ini diperkirakan menjadi penyebab kematian beberapa atlet .Namun,peraturan pelarangan ini sulit diterapkan.Doping darah tidak dapat dideteksi dengan prosedur pemeriksaan yang ada sekarang.Satu-satunya cara untuk mengungkapkan praktek doping darah adalah melalui saksi atau pengakuan diri.
perkembangan terakhir eritropoietin sintetik meningkatkan masalah doping darah.Penyuntikan produk ini merangsang produksi SDM sehingga secara temporer meningkatkan kemampuan darah mengangkut O2 .Studi-studi mendalam membuktikan bahwa penyuntikan eritropoietin dapat meningkatkan prestasi atlet daya tahan sebesar 7% sampai 10% . Meskipun secara resmi dilarang namun pasar gelap eritropoietin dikalangan atlet yang curang berkembang sejak produk ini tersedia sebagai obat untuk mengobati anemia . Eritropoietin kini luas digunakan di antara para atlet balap sepeda ,ski lintas alam ,serta renang dan lari jarak jauh .Namun praktek ini tidak bijak sana ,tidak hanya karena dampak hukum dan etis tetapi juga karena bahaya peningkatan kekentalan darah .Eritropoietin sintetik dipercayai merupakan penyebab kematian 20 pembalap sepeda Eropa sejak tahun 1987.Sayangnya ,terlalu banyak atlet yang nekat mengambil risiko ini.Pengembangan tes untuk mendeteksi penyalah gunaan eritropoietin akhir-akhir ini diharapakan dapat meredan penggunaan zat ini.


Referensi 
Sherwoo,Lauralee.2012."Fisiologi Manusia Dari Sel ke Sistem".Jakarta:EGC

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENYAKIT GIZI ANAK

Penyakit Menular Seksual

MEKANISME DEMAM